Ini Alur Tata Cara Pendaftaran CPNS 2019

Ini Alur Tata Cara Pendaftaran CPNS 2019

Pemerintah kembali menggelar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. Perekrutan Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaru itu rencananya akan dilaksanakan pada Oktober, pasca diberlangsungkannya perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II pada Agustus.

Secara alur pendaftaran, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengabarkan, tata caranya kemungkinan masih akan sama seperti seleksi CPNS di tahun sebelumnya.

Baca Juga : Syarat Pelamar CPNS 2019

Menengok perekrutan CPNS 2018 lalu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) sempat melampirkan tata cara pendaftaran secara digital melalui Buku Petunjuk Pendaftaran Sistem Seleksi CPNS Nasional Tahun 2018. Berikut tahapannya:

1. Buat akun di portal https://sscn.bkn.go.id

– Isi NIK, Nomor KK atau NIK Kepala Keluarga

– Isi alamat e-mail aktif, password dan pertanyaan pengaman

– Upload Pas Photo minimal 120 KB maksimal 200 KB

– Cetak Kartu Informasi Akun

2. Log in ke https://sscn.bkn.go.id

– Gunakan NIK dan password yang telah didaftarkan

3. Upload Foto Selfie

– Upload foto selfie dengan memperlihatkan KTP dan Kartu Informasi Akun untuk dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

4. Lengkapi Biodata

– Isi Biodata

5. Pilih instansi, jenis formasi, dan jabatan

– Pelamar hanya dapat memilih 1 instansi, 1 formasi, dan 1 jabatan

6. Cek Resume
– Pastikan bahwa data telah terisi semua dengan benar

– Dan pastikan instansi, formasi, dan jabatan yang dipilih sudah benar

7. Kirim Data

– Klik Simpan data yang telah dicek di Resume dan pastikan bahwa data tersebut terisi dengan lengkap dan benar

– Data yang telah diklik Kirim tidak dapat diubah dengan alasan apapun

8. Cetak Kartu Pendaftaran SSCN

– Cetak dan Simpan dengan baik Kartu Pendaftaran SSCN

– Kartu Pendaftaran SSCN 2018 digunakan sebagai bukti telah menyelesaikan proses pendaftaran melalui SSCN.

Syarat Pelamar CPNS 2019

Syarat Pelamar CPNS 2019

Inilah Syarat Pelamar CPNS 2019 – Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), pada prinsipnya setiap Warga Negara Indonesia (WNI) mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi PNS, sepanjang memenuhi 9 persyaratan sebagai berikut:

1) Usia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun pada saat melamar
2) Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih
3) Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta
4) Tidak berkedudukan sebagai calon PNS, PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia
5) Tidak menjadi anggota atau pengurus partai atau terlibat politik praktis
6) Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan Jabatan
7) Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan Jabatan yang dilamar
8) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Instansi Pemerintah
9) Persyaratan lain sesuai kebutuhan Jabatan yang ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).
Sementara persyaratan tambahan untuk masing-masing formasi ditentukan oleh PPK Kementerian/Lembaga/Dinas masing-masing.

Namun demikian, batas usia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yakni Usia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun dapat dikecualikan bagi Jabatan tertentu yang ditetapkan Presiden, yaitu paling tinggi 40 (empat puluh) tahun.

Ini Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK 2019

Ini Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK 2019

Ini Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK 2019 – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengumumkan bahwa seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2019 akan dilaksanakan masing-masing pada Agustus dan Oktober.

“CPNS nanti bulan sepuluh (Oktober). PPPK tahapan kedua ini akan dilakukan kira-kira setelah 17 Agustus paling lama,” ujar Menteri Syafruddin di Kantor Staf Presiden, Jakarta, pada Selasa (2/7/2019).

Syafruddin menyebut, pemerintah kekurangan formasi guru serta tenaga kesehatan, terutama perawat, bidan, dokter untuk mengisi Puskesmas.

Ia melanjutkan, dalam rekrutmen kali ini, jabatan tenaga administratif akan dikurangi. “Terutama kebutuhan di bidang infrasturktur, juga kepentingan-kepentingan yang lebih menjurus kepada skill, jadi tenaga administratif akan kita kurangi,” ujarnya.

Untuk saat ini Syafruddin menyebut CPNS masih belum menerima jumlah kebutuhan dari daerah.

Ketika ditanya mengenai sistem perekrutan seperti ranking, sang menteri berkata ingin tes yang dinamis dan fokus ke generasi muda.

“Pokoknya akan dibuat sistem sedinamis mungkin, sebagus mungkin untuk kepentingan bagaimana kualitas SDM itu bisa kita rekrut, kemudian tidak menafikan kebutuhan individu, generasi muda, yang ingin mengabdi pada negara,” tegasnya.

Formasi CPNS 2019 Bukittinggi, Pemkot Ajukan 105 Lowongan

Formasi CPNS 2019 Bukittinggi, Pemkot Ajukan 105 Lowongan

Pemerintah Kota Bukittinggi mengajukan 105 formasi untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) periode 2019. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bukittinggi, Sustinna, mengatakan pengajuan ini mengacu pada peraturan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB).

Jumlah kebutuhan yang diajukan disesuaikan dengan jumlah ASN yang pensiun, pindah, dan meninggal dunia sampai 1 Januari 2020. “Jumlahnya disesuaikan dengan jumlah ASN yang pensiun hingga 1 Januari 2020 nanti. Mengacu pada aturan Kemenpan RB,” kata Sustinna, Rabu (19/6).

Sustinna menjelaskan sampai 1 Januari 2020 ada 80 orang ASN yang memasuki masa pensiun. Jumlah ini akan ditambahkan dengan 25 formasi yang memang sedang dibutuhkan oleh Pemkot Bukittinggi.

Dari 105 formasi yang diajukan Pemkot Bukittinggi ke pemerintah pusat, mayoritas yang paling dibutuhkan adalah tenaga pendidik atau guru. Selain itu ada tenaga teknis seperti tenaga medis, tenaga IT, akuntan, psikolog, dan lain-lain.

Sebenarnya menurut Sustinna jumlah yang mereka ajukan tersebut masih kurang dari ke kebutuhan menyeluruh Pemkot Bukittinggi. Harusnya berdasarkan rekapitulasi menyeluruh, Pemkot Bukittinggi butuh 300 ASN baru untuk mengisi sejumlah formasi yang kosong.

Dibandingkan dengan 2018 lalu, Pemkot Bukittinggi menerima sebanyak 74 formasi ASN baru dari 78 yang dibutuhkan. Sebanyak empat formasi tidak terisi karena tidak ada yang melamar dan tidak ada yang lolos.

Formasi CPNS Riau 2019, Pemprov Butuh 10.381 PNS

Formasi CPNS Riau 2019, Pemprov Butuh 10.381 PNS

Formasi CPNS Riau 2019 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun ini mengusulkan kuota untuk penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebanyak 10.381 orang.

Kuota tersebut ditetapkan berdasarkan jumlah tenaga honorer yang ada di lingkungan Provinsi Riau. Kepala BKD Provinsi Riau, Ikhwan Ridwan, Senin (17/6/2019) mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun pengajuan formasi dan kuota CPNS tersebut.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah usulan tersebut seluruhnya disetujui atau tidak. “Iya, kuota yang kita usulkan sebanyak 10.000 lebih, tapi itu belum tentu semuanya disetujui oleh pemerintah pusat. Karena ada diantara tenaga honorer kita yang belum berpendidikan sarjana,” katanya.

Meski sudah diusulkan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan jawaban dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pelamar CPNS. Pihaknya berharap kuota tersebut bisa disetujui oleh pemerintah pusat sehingga kekurangan PNS di Riau bisa ditutupi. “Kita masih menunggu surat dari BKN, nanti kalau sudah ada ada surat dari BKN terkait persyaratan yang harus dipenuhi pelamar baru kita sampaikan siapa-siapa saja yang bisa mengikuti seleksi ini,” katanya.

Seperti diketahui, pemerintah pusat menyatakan akan membuka kembali seleksi CPNS untuk pemerintah pusat dan daerah tahun 2019.

Waktu Tepat Daftar CPNS 2018 Online

Waktu Tepat Daftar CPNS 2018 Online

Pendaftaran calon pegawai negeri sipil atau CPNS tahun 2018 secara terintegrasi melalui situs resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) sscn.bkn.go.id.

Sejak situs tersebut dibuka, sejumlah pelamar masih ada yang mengeluhkan situs tersebut sulit diakses. Badan Kepegawaian Negara (BKN) membeberkan beberapa tips dan trik agar para pelamar mudah saat melakukan pendaftaran.

Waktu Tepat Daftar CPNS 2018 Online, Simak Tipsnya!

Dilansir dari Kompas.com, Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Kabiro Humas) BKN Mohammad Ridwan mengatakan situs sscn.bkn.go.id sulit diakses kemungkinan besar karena banyaknya para pelamar yang mengakses secara bersamaan.

Karena itu, Ridwan menyarankan agar para pelamar mengakses situs SSCN menggunakan jaringan internet yang stabil.

“Memang ini load-nya dinamik ya. Karena itu, kita katakan berlomba. Memang di mana-mana sistem online begitu. Prinsipnya pasti bisa asalkan pakai internet koneksi stabil, dan kita sarankan pakai laptop atau desktop,” ujar Ridwan di kantornya, Rabu (26/9/2018).

Ridwan mengatakan, ia sudah mencoba mengakses situs tersebut pada dini hari tadi. Menurut dia, situs tersebut tidak mengalami kendala yang berarti. Ia menyarankan para pelamar mengakses situs SSCN pada saat trafficnya tidak tinggi.

Ridwan menjamin, jika pada waktu tersebut (traffic tidak tinggi), situs SSCN akan mudah diakses. Hal tersebut dikatakan Ridwan dengan berkaca pada pendaftaran CPNS tahun lalu.

Registrasi Akun SSCN di Situs Sscn.bkn.go.id untuk CPNS 2018 Sudah Bisa Dilakukan, Ini Caranya

“Kemarin 19 September kalau mau cepat itu jam setengah 5. Kalau kami lihat traffic kami. Jadi teman-teman berbondong pada tanggal 19 (mengakses) jam 12.00 sampai 15.00. Sementera setelah capek, give up semua, jam setengah 5 sampai jam setengah 7 justru turun sepersepuluh dari overflow jam itu,” kata Ridwan.

Ridwan menambahkan, tahun ini BKN telah memperbaiki infrastruktur jaringan dalam situs SSCN. Hal itu dilakukan agar situs tersebut mudah diakses para pelamar.

“Perbaikan infrastruktur sudah ada, peningkatan bandwitch sudah ada, kemudian mekanisme berapa banyak visual mesin server juga sudah bertambah dengan kapasitas yang kami prediksi 6-10 juta pelamar,” ujar Ridwan.

Daftar Persyaratan Umum Seleksi CPNS 2018

Daftar Persyaratan Umum Seleksi CPNS 2018

Daftar Persyaratan Umum Seleksi CPNS 2018 – Pemerintah akan membuka 238.015 lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk instansi pusat dan daerah pada Rabu 19 September 2018.

Pendaftaran CPNS bisa dilakukan melalui portal nasional via http://sscn.bkn.go.id dan tidak ada pendaftaran melalui portal lainnya. Menurut Humas BKN, Mohammad Ridwan, situs sscn.bkn.go.id sudah bisa diakses pelamar pada 19 September 2018.

Guna mendapatkan PNS dengan kompetensi tinggi maka pemerintah telah menentukan sejumlah persyaratan bagi para pelamar.

Bagi yang tertarik mendaftar CPNS 2018, berikut persyaratan umum yang harus dipenuhi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil:

 

  1. Warga Negara Indonesia;
  2. Usia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun pada saat melamar;
  3. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 tahun atau lebih;
  4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
  5. Tidak berkedudukan sebagai calon PNS, PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia;
  6. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;
  7. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan Jabatan;
  8. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan Jabatan yang dilamar;
  9. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Instansi Pemerintah; dan
  10. Persyaratan lain sesuai kebutuhan Jabatan yang ditetapkan oleh PPK.

Namun batas usai yang di tentukan di atas dapat dikecualikan bagi Jabatan tertentu, yaitu paling tinggi 40 tahun. Jabatan tertentu sebagaimana dimaksud itu ditetapkan oleh Presiden.

Penyampaian semua persyaratan pelamaran CPNS 2018 paling lama 10 hari kerja sebelum pelaksanaan seleksi.

Syarat Bagi Pelamar CPNS eks Honorer K-II

Sedangkan Pelamar CPNS dari eks tenaga honorer K-II harus memenuhi syarat yakni, usia maksimal 35 tahun pada tanggal 1 Agustus 2018 dan bekerja terus menerus sampai saat ini. Mengutip Antara, bagi tenaga pendidikan minimal berijazah S1 yang diperoleh sebelum seleksi tenaga honorer K-II pada tanggal 3 November 2013.

Kemudian bagi tenaga kesehatan minimal berijazah D-III yang diperoleh sebelum seleksi tenaga honorer K-II pada tanggal 3 November 2013. Memiliki tanda bukti nomor ujian tenaga honorer K-II Tahun 2013 serta dilengkapi dokumen administrasi kependudukan KTP.

Alur Pendaftaran CPNS 2018: Dari Bikin Akun sampai Cetak Kartu Ujian

Alur Pendaftaran CPNS 2018: Dari Bikin Akun sampai Cetak Kartu Ujian

Dalam pemberitahuan terbaru, pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 diumumkan akan mulai dibuka pada 26 September. Registrasinya dilakukan secara online melalui situs resmi sscn.bkn.go.id.

Total ada 238.015 posisi untuk formasi penerimaan CPNS 2018, yang detailnya akan diumumkan pada Rabu (19/9) siang lewat situs SSCN.

Bagi kamu yang ingin mengikuti seleksi CPNS 2018, segera siapkan sejumlah dokumen yang diperlukan untuk mendaftar, mulai dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga surat keterangan akreditasi jurusan dari BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).

Untuk alur pendaftarannya sendiri tidak jauh berbeda dengan CPNS tahun lalu. Ada serangkaian langkah yang harus ditempuh calon peserta dalam mendaftar CPNS 2018.
Berikut alur pendaftaran CPNS 2018.

1. Bikin akun SSCN 2018
– Untuk membuat akun, pilih menu Registrasi
– Pelamar mengisikan: NIK, Nomor KK, dan NIK Kepala Keluarga
– Pelamar mengisikan alamat email aktif, password akun portal SSCN, dan pertanyaan keamanan
– Pelamar mengunggah pas foto minimal 120 kb maksimal 200 kb dengan format .JPG, .JPEG

2. Cetak Kartu Informasi Akun SSCN 2018

3. Login ke portal SSCN dengan NIK dan Password yang telah didaftarkan

4. Upload foto diri memegang KTP dan Kartu Informasi Akun SSCN 2018

5. Pilih instansi, formasi, dan jabatan sesuai pendidikan

6. Lengkapi data pada form yang tersedia

7. Upload dokumen yang diperlukan sesuai persyaratan instansi

8. Cek kembali data yang telah diisi pada form Resume

9. Cetak Kartu Pendaftaran SSCN 2018

Dalam pendaftaran CPNS tahun ini, peserta hanya dapat memilih satu jabatan pada satu formasi dan satu instansi. Dokumen yang sudah dikirim akan diperiksa oleh tim Verifikator berdasarkan syarat pendaftaran.

Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan mendapatkan Kartu Ujian. Kartu tersebut digunakan untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya sesuai dengan ketentuan instansi.

Jika semua proses pendaftaran sudah selesai dan lengkap, maka pelamar bisa melanjutkan untuk mengikuti tes hingga informasi pengumuman penerimaan CPNS 2018.

Passing Grade CAT CPNS 2018

Passing Grade CAT CPNS 2018

Pemerintah resmi menetapkan formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. Rencananya, pendaftaran penerimaan abdi negara ini dibuka pada 16-20 September 2018.

Seleksi penerimaan CPNS 2018 menurut Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan memberlakukan sistem Computer Assisted Test (CAT). CAT adalah suatu metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS.

MenpanRB telah merilis Passing Grade atau Nilai ambang batas SKD merupakan nilai minimal yang harus dipenuhi setiap peserta seleksi CPNS. Peraturan itu menyebutkan, SKD CPNS tahun 2018 terdiri dari Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Nilai ambang batas tersebut yakni 143 untuk TKP, 80 untuk TIU, dan 75 untuk TWK. Jumlah soal yang akan diujikan adalah 100 butir, terdiri dari 35 soal TKP, 30 soal TIU, dan 35 soal TWK.

Nilai ambang batas berbeda

Namun, nilai ambang batas ini berbeda untuk peserta yang mendaftar pada jenis penetapan kebutuhan atau formasi khusus. Formasi khusus itu, misalnya, untuk:

  • Putra/putri lulusan terbaik (cum laude)
  • Penyandang disabilitas
  • Putra/putri Papua dan Papua Barat
  • Olahragawan berprestasi internasional
  • Diaspora
  • Tenaga guru dan tenaga medis/paramedis dari eks tenaga honorer kategori-II.

Nilai ambang untuk formasi khusus tersebut adalah sebagai berikut:

1. Nilai kumulatif SKD bagi putra/putri lulusan terbaik berpredikat cum laude dan diaspora paling sedikit 298, dengan nilai TIU paling rendah 85

2. Nilai kumulatif SKD bagi penyandang disabilitas paling sedikit 260, dengan nilai TIU paling serendah-rendahnya 70

3. Nilai kumulatif SKD bagi putra/putri Papua dan Papua Barat paling sedikit 260, dengan nilai TIU paling sedikit 60

4. Nilai kumulatif SKD bagi tenaga guru dan tenaga medis/paramedis dari eks tenaga honorer kategori-II paling sedikit 260, dengan nilai TIU paling sedikit 60

5. Nilai terendah dari peserta seleksi CPNS olahragawan berprestasi Internasional merupakan nilai ambang batas SKD.

Pengecualian nilai ambang batas SKD 

Peraturan menteri tersebut juga mengatur nilai ambang batas untuk jabatan tertentu.

Jabatan yang disebutkan di antaranya dokter spesialis, instruktur penerbang, petugas ukur, rescuer, anak buah kapal, pengamat gunung api, penjaga mercu suar, pelatih/pawang hewan, dan penjaga tahanan pada penetapan kebutuhan (formasi) umum.

Pengecualian nilai ambang batas untuk jabatan di atas adalah sebagai berikut:

1. Nilai kumulatif SKD bagi formasi jabatan dokter spesialis dan instruktur penerbang paling sedikit 298, dengan nilai TIU sesuai passing grade.

2. Nilai kumulatif SKD bagi formasi jabatan petugas ukur, rescuer, anak buah kapal, pengamat gunung api, penjaga mercusuar, pelatih/pawang hewan, dan pejaga tahanan paling sedikit 260, dengan nilai TIU paling sedikit 70.

Peraturan menteri ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan, yakni 30 Agustus 2018.

Sementara itu, Kemenpan belum bisa memastikan kapan seleksi CPNS akan dibuka.

Berikut informasi lengkapnya: Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2018.

Tata Tertib Tes CPNS 2018

Tata Tertib Tes CPNS 2018

Pendaftaran atau seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 dijadwalkan pada akhir bulan Juli ini.

Bagi para calon peserta CPNS 2018 yang akan menjalani tes ada beberapa hal yang harus dan tidak dilakukan selama tes berlangsung.

Berikut merupakan Tata Tertib Tes CPNS 2018 yang harus dipatuhi seperti dikutip Ebook CPNS dari Okezona dalam buku Tim Garuda Eduka All-New Tes CPNS 2018/2019, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

1. Peserta yang dapat menjalani SKD adalah peserta yang namanya tertuang dalam daftar hadir.

2. Peserta wajib membawa dan menunjukkan Kartu Peserta CPNS 2018 dan KTP kepada pengawas ujian

3. Peserta Wajib melakukan verifikasi data sebelum masuk ruangan tes untuk menjalani pra-tes dan latihan

4. Peserta yang terlambat lebih dari 15 menit setelah dimulainya ujian, tidak diperbolehkan mengikuti ujian

5. Peserta wajib menandatangani daftar hadir

6. Peserta wajib menempati kursi yang telah ditentukan panitia

7. Peserta wajib meletakkan Kartu Peserta Ujian CPNS 2018 dan KTP di atas meja

8. Peserta dilarang:

a) Keluar masuk ruangan ujian selama pelaksanaan SKD (Seleksi Kompetensi Dasar);

b) Membuat catatan-catatan di meja, bekerja sama dengan peserta lain, atau tindakan lain yang dapat dikategorikan sebagai kecurangan/mengarah kepada kecurangan;

c) Mengaktifkan telepon seluler selama proses pelaksanaan ujian;

d) Menggunakan kalkulator dan alat hitung lainnya; dan

e) Menggangu peserta lain selama sesi berlangsung